
Cirebon – Pondok Pesantren Darurrohmah kembali menyelenggarakan Perkemahan Santri Darurrohmah (PERSADA) 2026 pada 6–8 November 2026 di Bumi Perkemahan (Buper) Cipaniis, Kuningan, Jawa Barat. Mengusung semangat pembelajaran melalui pengalaman, kegiatan tahunan ini menjadi salah satu upaya pesantren dalam membentuk santri yang mandiri, disiplin, terampil, bertanggung jawab, serta memiliki karakter yang kuat dan berakhlakul karimah.
PERSADA 2026 diikuti oleh santri tingkat SMPIT dan Aliyah, dengan jumlah peserta putri sebanyak 56 orang dan putra 86 orang. Kegiatan ini juga melibatkan 31 anggota Pramuka SDIT Fullday kelas 4, 5, dan 6, serta 20 anggota KOPASPRADA. Seluruh peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembelajaran di alam terbuka selama tiga hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pelepasan kontingen Pramuka Darurrohmah yang dihadiri oleh perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, pengasuh Pondok Pesantren Darurrohmah, serta jajaran pembina dan peserta. Dalam kesempatan tersebut, hadir Kak Zarkasi Jamaludin, S.Pd.SD., selaku Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, yang memberikan sambutan sekaligus pesan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Kak Zarkasi menyampaikan bahwa PERSADA memiliki peran penting dalam melatih jiwa kepemimpinan generasi muda, mempererat tali silaturahmi, serta membentuk karakter generasi yang berakhlakul karimah melalui pengalaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman secara menyeluruh. Ia juga mendorong agar organisasi kepramukaan di tingkat pangkalan maupun ranting terus aktif dan menjalin kolaborasi dalam berbagai agenda kepramukaan mendatang.
Lebih lanjut, seluruh peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk menjadi generasi muda yang bermanfaat bagi lingkungan.
Suasana pelepasan berlangsung dengan penuh antusiasme. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah penyematan hasduk secara simbolis oleh perwakilan Kwarcab Cirebon dan pengasuh Pondok Pesantren Darurrohmah kepada perwakilan kontingen. Penyematan ini menjadi tanda pelepasan sekaligus awal perjalanan para peserta dalam mengikuti rangkaian PERSADA 2026. Acara pelepasan kemudian dimeriahkan dengan penampilan yang dipersembahkan oleh KOPASPRADA sebagai bentuk partisipasi dan semangat dalam menyambut kegiatan perkemahan.


Setelah seluruh rangkaian pelepasan selesai, kontingen Pramuka Darurrohmah diberangkatkan menuju Bumi Perkemahan Cipaniis pada pukul 08.00 WIB. Perjalanan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kegembiraan. Setibanya di lokasi, para peserta bersiap mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan upacara pembukaan PERSADA 2026.
Dalam sambutannya pada upacara pembukaan, KH. Warso Winata, Lc., M.A., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darurrohmah, menyampaikan arahan kepada seluruh santri agar menjadikan perkemahan ini sebagai kesempatan untuk mengamalkan Dasa Dharma Pramuka, khususnya Dharma keenam, yaitu “Rajin, Terampil, dan Gembira.”
Beliau mengingatkan bahwa ketiga nilai tersebut hendaknya diwujudkan secara nyata selama kegiatan berlangsung. Santri diharapkan rajin dalam mengikuti setiap kegiatan dan memanfaatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan kepramukaan, termasuk melalui pengisian Syarat Kecakapan Umum (SKU). Selain itu, santri juga didorong untuk mengembangkan keterampilan, melatih kemandirian, serta meningkatkan kepekaan sosial tanpa selalu bergantung kepada ketua regu. Semangat gembira pun perlu diwujudkan melalui kekompakan, kebersamaan, dan rasa syukur selama menjalani setiap rangkaian kegiatan.
Lebih dari sekadar kegiatan kepramukaan, PERSADA 2026 juga menjadi sarana tadabur alam, yakni menghayati kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. melalui berbagai ciptaan-Nya. Dalam arahannya, pengasuh mengajak para santri untuk merenungkan kandungan Surah Al-Baqarah ayat 22 tentang Allah yang menjadikan bumi sebagai hamparan, langit sebagai naungan, serta menurunkan air hujan sehingga tumbuh berbagai buah-buahan sebagai rezeki bagi manusia.
Keindahan alam Cipaniis, pepohonan, sumber mata air, serta berbagai unsur alam lainnya menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari nikmat dan karunia Allah Swt. Segala sesuatu yang tersedia di alam semesta merupakan tanda kebesaran-Nya yang patut direnungkan dan disyukuri.
Beliau juga menekankan bahwa rasa syukur tidak harus menunggu seseorang meraih pencapaian besar, seperti kesuksesan atau menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Rasa syukur justru perlu dibiasakan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mengucapkan bismillah sebelum makan dan alhamdulillah setelah menikmati makanan, bahkan untuk satu suap atau seteguk air, merupakan bentuk sederhana dari kesadaran atas nikmat Allah yang sering kali luput dari perhatian.
Melalui pesan tersebut, para santri diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur, menjaga alam, serta semakin menyadari kebesaran Allah Swt. dalam setiap aspek kehidupan. Pengalaman selama perkemahan hendaknya tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi menjadi pelajaran yang membentuk sikap dan perilaku santri ketika kembali menjalani aktivitas di lingkungan pesantren maupun masyarakat.
Dengan terlaksananya upacara pembukaan, PERSADA 2026 secara resmi dimulai. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menjalani berbagai kegiatan yang diharapkan mampu memperkaya pengalaman, mengasah keterampilan, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai kepramukaan dan keislaman.
Melalui PERSADA 2026, Pondok Pesantren Darurrohmah berharap seluruh santri dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, terampil, dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah Swt. Sebab, setiap pengalaman adalah ruang belajar, setiap tantangan adalah kesempatan untuk bertumbuh, dan setiap keindahan alam merupakan pengingat akan kebesaran Sang Pencipta.
Pengumpulan Informasi dan Peliputan Berita: Dinia, Shofie, Aulia, dan Liha
Penulisan Berita: Zhafira, Kayla, dan Mefa
