Hari Santri: Menjadi Solusi bagi Diri dan Masyarakat

  • Sabtu, 24 Oktober 2026
  • 12 views
Hari Santri: Menjadi Solusi bagi Diri dan Masyarakat

hari Santri ini bukan sekedar acara peringatan biasa, Santri itu harus bisa menjadi Solusi bagi diri sendiri dan bagi Masyarakat, di pondok pesantren yang diisi itu bukan hanya otak tapi juga jiwa, jiwa kita harus diisi karena jiwa itu menempati posisi yang sangat penting, kita harus mengisi jiwa kita dengan ketakwaan kepada Allah, juga dengan sifat-sifat terpuji.

Jika kamu berada dalam kondisi yang penuh dengan tekanan dan masalah ingatlah bahwa itu adalah salah satu cara Allah untuk mendidik mu untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Allah memilih kamu dalam ujian itu karena mengetahui bahwa kamu itu mampu, kamu harus terus mendorong dirimu untuk mengisi otak dan jiwa karena semua hal yang ada di pondok pesantren itu penting, apa yang kita lihat, dengar dan rasakan adalah sebuah Pendidikan.

Belajar itu adalah hal yang sangat penting, tidak ada kata berhenti untuk belajar, karena belajar itu dimulai dari buaian hingga ke liang lahat, selain belajar kita juga harus menempa jiwa kita untuk menjadi berani, berani dalam menyampaikan kebenaran bukan berani dalam membuat kesalahan, karena jiwa-jiwa yang berani itu sangat sedikit jumlahnya, dunia ini banyak di dominasi oleh jiwa-jiwa pengecut.

Takut terhadap hal yang belum terjadi, padahal bisa saja hal yang kita takuti itu malah menjadi jalan kita menuju hal yang lebih baik, pondok pesantren itu benar-benar mendidik kita agar kita memiliki jiwa yang berani, jiwa yang paling penting dan tidak boleh lepas dari diri kita, kita harus berani dalam bertindak juga berkreasi  tapi kita harus bertindak dalam kebaikan bukan berani melakukan kesalahan.

Santri juga harus memiliki inisiatif yang tinggi, inisiatif itu tidak bisa datang hanya dengan membaca buku dan mempelajari materi tapi harus dari pengalaman dan kesadaran diri sendiri, kita juga harus selalu memiliki ide walaupun kadang ide itu muncul di waktu-waktu yang tidak terduga kita harus memanfa`atkan dan menulis ide-ide yang terlintas di dalam fikiran, ide dalam kata lain bisa juga disebut ilham dan ilham itu merupakan pemberian dari Allah, jangan menjadi seperti robot yang harus disuruh untuk bergerak.

Kita itu harus belajar berinisiatif karena di pondok ini kita terus di didik untuk memiliki inisiatif, inisiatif itu muncul dari kita yang sering menanggapi masalah contohnya saat ada sampah di tempat yang tidak seharusnya lalu kita membuang sampah tersebut ke tempat sampah, intinya kita harus tanggap jika ada yang tidak enak untuk di lihat, belajarlah untuk inisiatif dan tanggap, isilah jiwa kalian dengan sikap tanggap.

Kita juga harus selalu bertanggung jawab terhadap apa yang kita perbuat, mengantisipasi segala Tindakan yang dapat berakibat buruk terhadap diri kita jangan sampai kita menyesal terhadap tindakan yang telah kita lakukan

Penulis: Adelina Tirwansyah & Dinia Putri Ahdiyani

Khodimul Dhuyuf

Hubungi Kami untuk respons lebih cepat jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar Pondok Pesantren Darurrohmah.