CIREBON — Pendidikan sejatinya tidak berhenti pada ruang kelas, tidak pula terbatas pada lembaran buku dan rangkaian teori. Ada pelajaran yang hanya dapat dipahami melalui pengalaman, ditempa oleh tantangan, dan tumbuh melalui interaksi dengan kehidupan. Semangat inilah yang menjadi salah satu landasan penyelenggaraan Perkemahan Santri Darurrohmah (PERSADA) 2026.
Pondok Pesantren Darurrohmah Cirebon akan menyelenggarakan PERSADA 2026 pada 6–8 November 2026 di Bumi Perkemahan Cipaniis, Singkup, Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu dan kekuatan spiritual, tetapi juga kemandirian, ketangguhan mental, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan.
Bagi Pondok Pesantren Darurrohmah, perkemahan bukan sekadar aktivitas rekreatif di alam terbuka. Lebih dari itu, PERSADA merupakan ruang pendidikan kehidupan, tempat santri belajar mengenali kemampuan diri, menghadapi keterbatasan, membangun kebersamaan, dan memahami arti sebuah tanggung jawab.
Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu, tetapi Pembentukan Kepribadian
Pengasuh Pondok Pesantren Darurrohmah, KH. Warso Winata, Lc., M.A., memandang bahwa pendidikan pesantren harus mampu membentuk manusia secara utuh. Ilmu pengetahuan merupakan bekal penting, tetapi ilmu harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak, kematangan pribadi, dan kemampuan menghadapi realitas kehidupan.
Dalam pandangan tersebut, santri tidak cukup hanya menjadi pribadi yang mengetahui banyak hal, tetapi juga harus mampu mengamalkan ilmunya, mengambil keputusan dengan bijaksana, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Pendidikan di pesantren tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana ilmu itu membentuk kepribadian, memperbaiki akhlak, dan melahirkan manusia yang memiliki tanggung jawab terhadap kehidupannya. Santri harus dipersiapkan agar tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga kuat dalam bersikap dan matang dalam bertindak.”
Melalui PERSADA 2026, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi juga dialami secara langsung oleh para santri. Sebab, ada karakter yang tidak cukup dibentuk melalui kata-kata, melainkan perlu dilatih melalui kebiasaan, pengalaman, dan tantangan nyata.
Alam sebagai Madrasah Kehidupan
Lingkungan alam terbuka menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Di tengah keterbatasan fasilitas, perubahan kondisi lingkungan, dan berbagai dinamika kegiatan, santri belajar untuk beradaptasi, saling membantu, serta menyelesaikan persoalan bersama.
Di sinilah nilai-nilai pendidikan menemukan bentuk nyatanya. Kemandirian tidak hanya menjadi materi yang dipahami, tetapi menjadi kebiasaan yang harus dijalankan. Kedisiplinan tidak berhenti sebagai aturan, tetapi menjadi kesadaran untuk menghargai waktu dan tanggung jawab. Kepemimpinan tidak sekadar tentang memberi perintah, tetapi juga tentang keteladanan, pengorbanan, dan kesediaan melayani.
Pengasuh Pondok Pesantren Darurrohmah juga menekankan pentingnya menjadikan setiap pengalaman sebagai sarana pembelajaran.
“Alam terbuka dapat menjadi ruang pendidikan yang sangat berharga. Di sana santri belajar bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Ada tantangan yang harus dihadapi, ada kesulitan yang harus diselesaikan, dan ada kepentingan bersama yang harus diutamakan. Dari pengalaman seperti itulah kemandirian, kesabaran, kepemimpinan, dan tanggung jawab dapat tumbuh.”
Dengan demikian, PERSADA diharapkan menjadi pengalaman yang membekas, bukan hanya karena keseruan kegiatan maupun keindahan alamnya, tetapi karena nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama proses berlangsung.
Membentuk Pemimpin yang Berilmu, Berakhlak, dan Bermanfaat
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi kehidupan yang penuh dinamika. Dibutuhkan pribadi yang memiliki keteguhan prinsip, kemampuan beradaptasi, kecakapan sosial, serta keberanian mengambil tanggung jawab.
Pesantren memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi tersebut. Pendidikan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan hidup agar santri mampu hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.
PERSADA 2026 menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan kesadaran bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang kedudukan atau jabatan. Kepemimpinan berawal dari kemampuan memimpin diri sendiri, menjaga amanah, menghargai orang lain, dan memberikan kontribusi bagi kepentingan bersama.
“Harapan kami, santri Darurrohmah kelak menjadi generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan keberanian untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang berhasil untuk dirinya sendiri, tetapi jadilah manusia yang kehadirannya membawa manfaat bagi orang lain. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik atau banyaknya pengetahuan yang dikuasai, tetapi juga dari kualitas pribadi dan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Lebih dari Tiga Hari, Menjadi Bekal Sepanjang Kehidupan
PERSADA 2026 diharapkan menjadi momentum bagi para santri untuk mengenal diri, memperkuat persaudaraan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Setiap kegiatan, interaksi, tantangan, dan pengalaman diharapkan memberikan pelajaran yang dapat dibawa kembali ke lingkungan pesantren dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tiga hari pelaksanaan perkemahan mungkin akan berlalu, tetapi nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan tetap hidup dalam diri setiap santri. Kemandirian yang tumbuh, kedisiplinan yang terbentuk, keberanian yang terasah, serta persaudaraan yang semakin kuat merupakan bekal penting dalam perjalanan mereka menuju masa depan.
Melalui PERSADA 2026, Pondok Pesantren Darurrohmah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membangun jiwa, membentuk karakter, dan mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Sebab, tujuan pendidikan bukan sekadar melahirkan generasi yang mengetahui banyak hal, melainkan membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmunya, menjaga akhlaknya, memimpin dirinya, dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Dari alam terbuka, Darurrohmah berharap lahir santri-santri tangguh yang tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, teguh memegang prinsip, rendah hati dalam keilmuan, dan siap mengabdikan diri bagi agama, masyarakat, serta bangsa.
INFORMASI KEGIATAN
- Nama kegiatan: Perkemahan Santri Darurrohmah (PERSADA) 2026
- Tanggal: 6–8 November 2026
- Tempat: Bumi Perkemahan Cipaniis, Singkup, Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
- Penyelenggara: Pondok Pesantren Darurrohmah Cirebon
- Pengasuh: KH. Warso Winata, Lc., M.A.
- Website: www.darurrohmah.com
Kontak Media:
Humas Pondok Pesantren Darurrohmah
