Darurrohmah, Selasa 28 April 2026 – Pondok Pesantren Darurrohmah kembali menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif melalui Festival Al-Qur’an dan Kutub Turats Santri Darurrohmah yang resmi dibuka pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga MA.
Festival ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mendekatkan santri dengan Al-Qur’an serta kitab-kitab turats (kitab kuning), sekaligus menjadi wadah para pengembangan bakat dan kreativitas santri di bidang keislaman.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Pengasuh Pondok Pesantren Darurrohmah, KH. Warso Winata, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“المَعْهَدُ لَا يَنَامُ أَبَدًا — Pondok itu tidak pernah tidur. Kita harus terus bergerak, terus berkembang, dan terus melahirkan kreativitas serta ide-ide baru,” tutur beliau di hadapan para santri dan asatidz.
Beliau juga menegaskan bahwa kemuliaan seseorang sangat erat kaitannya dengan kedekatannya terhadap Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami, diamalkan, dan dijadikan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan berbagai kemuliaan yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Malaikat Jibril menjadi malaikat paling mulia karena membawa wahyu Al-Qur’an. Malam Lailatul Qadar menjadi malam paling mulia karena menjadi malam diturunkannya Al-Qur’an. Bahkan hari Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam karena memiliki banyak keutamaan yang berkaitan dengan sejarah turunnya Al-Qur’an dan peristiwa besar dalam Islam.
“Jika sebuah kertas menjadi mulia karena tertulis ayat Al-Qur’an di atasnya, maka manusia yang dekat dengan Al-Qur’an tentu akan menjadi lebih mulia,” ungkap beliau.
Beliau juga mengingatkan para santri agar tidak khawatir terhadap masa depan selama tetap menjaga hubungan dengan Al-Qur’an.
“Kalau kita mencintai Al-Qur’an, maka Al-Qur’an juga akan mencintai kita,” pesannya.
Setelah penyampaian nasihat dan pengarahan, acara festival resmi dibuka secara simbolis dengan tabuhan bass oleh pengasuh pondok. Seluruh santri dan asatidz kemudian melakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen pembukaan festival tersebut.
Festival Al-Qur’an dan Kutub Turats menghadirkan berbagai cabang perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan santri. Untuk tingkat SD diselenggarakan lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an), adzan, dan kaligrafi. Sementara tingkat SMP dan MA mengikuti perlombaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an), MHQ, MFQ (Musabaqah Fahmil Qur’an), dan MSQ (Musabaqah Syarhil Qur’an). Khusus tingkat MA, ditambahkan perlombaan MQK atau Qira’atul Kutub, yaitu membaca kitab kuning tanpa harakat sesuai kaidah ilmu nahwu dan sharaf.
Berbagai perlombaan tersebut dilaksanakan secara bertahap selama beberapa hari. Meski sebagian lomba dilaksanakan pada malam hari karena menyesuaikan jadwal pembelajaran santri yang padat, semangat peserta tetap terlihat tinggi.
Salah satu peserta sekaligus pemenang lomba MSQ, Hayfa Anindya Putri dari asrama 103, mengaku sempat merasa gugup ketika tampil di hadapan banyak orang.
“Awalnya kami merasa tegang karena harus berbicara di depan banyak peserta dan juri. Tema yang kami bawakan adalah pandangan Al-Qur’an terhadap realitas hoaks berdasarkan Surah An-Nur ayat 15. Namun kami sangat bersyukur karena akhirnya dipercaya menjadi juara pertama,” ujarnya.
Ayat yang dibawakan dalam presentasi tersebut mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama di era digital saat ini.
Koordinator utama kegiatan, Ustadz Fatah Abdul Hakim, S.Ag., menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter dan pengembangan potensi santri.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menggali bakat-bakat baru santri yang selama ini belum terlihat. Selain itu, kami ingin menghadirkan event khusus yang berkaitan langsung dengan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Darurrohmah. Tidak hanya melatih peserta, kegiatan ini juga melatih panitia agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan peka terhadap tugas,” jelas beliau.
Melalui Festival Al-Qur’an dan KutubTurats, Pondok Pesantren Darurrohmah berharap para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa, public speaking, serta kepercayaan diri yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, para santri dapat semakin mencintai Al-Qur’an sekaligus mengembangkan potensi terbaik dalam diri mereka.
DINIA PUTRI AHDIYANI & AZ ZAHRA SALSABILA



