Bangun Mental Santri Berprestasi, MATSADA Darurrohmah Hadirkan Seminar Motivasi Bersama Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi,M.Ag., Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC)

  • Sabtu, 25 Juli 2026
  • 5 views
Bangun Mental Santri Berprestasi, MATSADA Darurrohmah Hadirkan Seminar Motivasi Bersama Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi,M.Ag., Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC)

Cirebon – Dalam rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Santri Darurrohmah (MATSADA), Pondok Pesantren Darurrohmah menghadirkan Seminar Motivasi bersama Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag. pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri baru sebagai bekal awal dalam menapaki kehidupan di pesantren sekaligus membangun karakter, semangat belajar, dan mental berprestasi.

Bertempat di aula Pondok Pesantren Darurrohmah, seminar berlangsung dengan penuh antusias. Sejak awal penyampaian materi, Prof. Dedi mengajak para santri untuk membangun pola pikir positif, memperkuat keyakinan kepada Allah SWT, serta menumbuhkan rasa syukur sebagai fondasi utama dalam meraih keberhasilan.

Mengawali penyampaiannya, beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”

Menurut beliau, rasa syukur merupakan pintu bertambahnya nikmat sekaligus energi positif yang mampu mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Santri diajak untuk selalu memulai setiap aktivitas dengan memuji Allah, meyakini pertolongan-Nya, serta tidak meragukan kemampuan yang telah Allah anugerahkan kepada setiap hamba.

Berani Bermimpi Besar dan Yakin kepada Allah

Dalam suasana yang interaktif, Prof. Dedi menanamkan semangat kepada para santri agar memiliki cita-cita yang tinggi. Menurutnya, keberhasilan selalu diawali dari keyakinan dan impian yang besar.

“Jangan pernah memiliki mimpi yang kecil. Apa yang kita pikirkan hari ini akan menentukan siapa diri kita di masa depan. Yakinlah kepada Allah dan yakinlah kepada kemampuan diri sendiri,” pesannya.

Beliau juga menjelaskan bahwa doa akan lebih mudah dikabulkan apabila dilakukan dengan tiga syarat utama, yaitu:

  • yakin sepenuhnya kepada Allah SWT;
  • mendapat doa serta ridha dari kedua orang tua; dan
  • diiringi usaha yang sungguh-sungguh.

Ilmu, Akhlak, dan Senyuman adalah Kekuatan Seorang Santri

Selain menekankan pentingnya ilmu, beliau mengingatkan bahwa ilmu harus disertai akhlak yang baik. Mengutip ungkapan ulama,

“Ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”

Beliau menjelaskan bahwa maksiat tidak hanya berupa perbuatan dosa, tetapi juga sikap menolak kebaikan, tidak disiplin, serta tidak fokus dalam menuntut ilmu.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dedi juga mengajak seluruh santri untuk membiasakan senyum, menyebarkan kasih sayang, serta menghadirkan energi positif kepada orang lain. Menurutnya, senyuman merupakan sedekah yang sederhana, namun memiliki dampak besar bagi kesehatan dan hubungan antarsesama.

Bangun Karakter Melalui Kebiasaan Baik

Salah satu materi yang paling menarik adalah penjelasan mengenai proses pembentukan karakter. Beliau menyampaikan bahwa karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Keinginan yang kuat akan melahirkan tindakan, tindakan akan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang dipelihara akan membentuk karakter seseorang.

Karena itu, beliau mengajak para santri untuk membiasakan salam, senyum, shalawat, komunikasi yang baik, menghormati guru, serta senantiasa menyenangkan hati orang lain.

“Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Maka berprasangkalah yang baik kepada Allah dan kepada diri sendiri.”

Siap Menghadapi Proses Menuju Kesuksesan

Prof. Dedi juga mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak selalu mudah. Akan ada masa-masa sulit, ujian, bahkan kegagalan yang harus dihadapi dengan sabar.

Beliau mengibaratkan perjalanan seorang pencari ilmu melalui tahapan belajar yang penuh perjuangan hingga akhirnya Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11.

Untuk menghadapi setiap ujian kehidupan, beliau mengingatkan empat langkah yang harus dimiliki setiap santri, yaitu:

  1. menerima kenyataan dengan lapang dada;
  2. terus berikhtiar;
  3. memperbanyak doa; dan
  4. bertawakal kepada Allah SWT.

Santri Harus Adaptif dan Siap Menghadapi Perubahan

Menutup seminarnya, Prof. Dedi mengajak para santri untuk menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Menurut beliau, kemampuan komunikasi, membangun relasi, berinovasi, serta memanfaatkan perkembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) merupakan bekal penting bagi santri di masa depan.

Beliau menegaskan bahwa kreativitas harus digunakan untuk menghadirkan solusi, bukan menimbulkan masalah.

“Jika kita tidak mau berubah, maka kita akan tertinggal. Teruslah belajar, berkarya, membangun hubungan baik dengan banyak orang, dan jadilah santri yang membawa manfaat bagi masyarakat.”

Bekal Awal Menjadi Santri yang Unggul

Seminar motivasi ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam kegiatan MATSADA sebagai bekal awal bagi santri baru Pondok Pesantren Darurrohmah. Melalui materi yang inspiratif, para peserta diharapkan mampu membangun mental yang tangguh, memiliki semangat belajar yang tinggi, menjaga akhlak mulia, serta terus mengembangkan potensi diri agar kelak menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan bermanfaat bagi umat.

Zhafira dan Shofie

Khodimul Dhuyuf

Hubungi Kami untuk respons lebih cepat jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar Pondok Pesantren Darurrohmah.