Kreativitas Santri Darurrohmah: Ciptakan Sensor Gerak untuk Membantu Penjagaan Gerbang

  • Minggu, 10 Mei 2026
  • 72 views
Kreativitas Santri Darurrohmah: Ciptakan Sensor Gerak untuk Membantu Penjagaan Gerbang

Darurrohmah, 10 Mei 2026 – Semangat berkarya dan berinovasi kembali ditunjukkan oleh santri Pondok Pesantren Darurrohmah. Berawal dari rasa penasaran terhadap teknologi, beberapa santri berhasil membuat alat sensor gerak berbasis Arduino yang dirancang untuk membantu sistem penjagaan gerbang pondok.

Ide pembuatan alat tersebut pertama kali muncul dari salah satu santri kelas IX, Akif Ilma Nafi’, setelah membaca materi tentang sensor gerak dalam pelajaran informatika. Ketertarikan tersebut kemudian disampaikan kepada Moch. Ihkrom Fatur Rohman, santri kelas XII, yang kemudian menjadi penggerak utama dalam proses perakitan alat. Pembuatan alat ini juga dibantu oleh Muh. Alif Yusuf Maulana, santri kelas XII dalam pengembangan ide serta penyediaan bahan dan perlengkapan.

Proses pembuatan dimulai pada Senin, 13 April 2026. Mereka mulai mencari berbagai alat dan bahan yang diperlukan untuk merakit sensor gerak. Adapun komponen utama yang digunakan di antaranya Arduino R3, sensor PIR, kabel jumper, lampu LED, sirine buzzer, papan breadboard sebagai media uji coba, hingga beberapa komponen bekas seperti jam beker.

Perjalanan pembuatan alat tersebut tidak berjalan sepenuhnya mulus. Para santri menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan alat dan bahan, pengaturan sensor yang belum tepat, hingga suara buzzer yang masih terlalu kecil. Selain itu, sensor juga sempat mengalami kesalahan pembacaan akibat tata letak komponen yang kurang sesuai.

Meski demikian, mereka tetap berusaha melakukan berbagai perbaikan dan uji coba secara bertahap. Perakitan pertama dilakukan pada malam Sabtu, 25 April 2026, setelah kegiatan belajar selesai. Mereka bahkan rela mengerjakan proyek tersebut dari selepas shalat Isya hingga menjelang Subuh.

Selama tiga hari proses perakitan dan pengujian, para santri terus memperbaiki sistem dan melakukan pengaturan ulang sensor. Hingga akhirnya pada Rabu, 29 April 2026, alat sensor gerak berhasil berfungsi dengan baik. Setelah melalui tahap penyempurnaan, alat mulai diuji coba pemasangannya di area gerbang pondok pada awal Mei 2026.

Pemilihan lokasi gerbang bukan tanpa alasan. Selama ini, petugas penjaga gerbang terkadang kesulitan mengetahui adanya seseorang yang datang di luar gerbang, terutama pada malam hari. Dengan adanya sensor gerak tersebut, diharapkan penjaga gerbang dapat lebih mudah mengetahui keberadaan tamu atau orang yang datang.

Walaupun alat tersebut masih memerlukan beberapa penyempurnaan, seperti memperbesar suara alarm, memperpanjang kabel, dan meningkatkan sensitivitas sensor agar tidak mudah berbunyi karena hembusan angin, para santri tetap merasa bangga atas hasil karya yang telah dibuat.

Salah satu guru, Ustadz Ibnu Ubaidah, S.Ag., memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Beliau menyampaikan bahwa karya tersebut menjadi bukti bahwa pondok pesantren juga mampu melahirkan santri yang kreatif dan inovatif di bidang teknologi.

“Adanya alat sensor ini menjadi salah satu sarana pondok pesantren dalam membuka kreativitas santri. Selain membantu petugas penjaga gerbang, karya ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lain agar terus berinovasi dan berkarya. Santri bukan hanya mampu mempelajari kitab dan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menciptakan karya yang bermanfaat,” ungkap beliau.

Sementara itu, Moch. Ihkrom Fatur Rohman juga berpesan kepada para santri agar tidak takut untuk terus mencoba dan berkarya.

“Teruslah berkarya dan jangan jadikan kegiatan di pondok sebagai penghalang untuk berinovasi. Justru dari pondok kita bisa belajar banyak hal dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat,” pesannya.

Karya sederhana namun penuh manfaat ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kreativitas dapat tumbuh di lingkungan pesantren. Dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, para santri diharapkan mampu terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

ZHAFIRA SALSABILA & MUHAMAD BILAL

Khodimul Dhuyuf

Hubungi Kami untuk respons lebih cepat jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar Pondok Pesantren Darurrohmah.