Ringkasan Kajian Hawamisy 5

  • Jumat, 20 Februari 2026
  • 1 view
Ringkasan Kajian Hawamisy 5

Narasumber:KH. Warso Winata Lc., M.A.

TAFSIR SURAH AL-FAJR

Di awal surah  Allah telah bersumpah “demi waktu fajar, demi malam yang 10, yang genap dan yang ganjil”. Allah ingin kita mengagungkan Allah karena Allah itu agung dan Allah tidak akan bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung

Kadang kita melihat fajar itu biasa saja padahal itu adalah hal yang luar biasa, bumi berputar dengan sangat kencang tapi kita masih bisa duduk tenang di sini, Allah ingin kita melihat ke atas bumi ini sangat kecil di bandingkan dengan benda-benda lain yang ada di galaksi ini, ribuan tahun lalu memang belum ada bukti tapi dengan kecanggihanhan teknologi yang sekarang kita bisa melihat dan memperhatikan benda-benda yang ada di luar angkasa

Bagaimana malam terjadi itu luar biasa, ada yang mengatakan 10 malam terakhir di bulan Ramadhan dll. Tapi Imam Mutawalli Asy-sya`rowi lebih condong pada 10 awal dzulhijah, karena pada saat itu kebanyakan manusia sedang melaksanakan haji

“apakah dalam sumpah ku kamu dapat mengambil pelajaran”. Maksud nya adalah orang-orang yang mempunyai akal atau batas karena akal adalah yang membatasi kita dari perbuatan buruk

Apakah kamu tidak melihat bagaimana tuhan mu telah berbuat terhadap kaum `ad yang ahli membangun tiang-tiang yang belum pernah ada negri yang lain yang menyamai negri `ad”. Negri `ad adalah kaum pertama yang berhasil membangun bangunan-bangunan besar

Kaum tsamud yang di beri kemampuan untuk mengukir gunung-gunung

Fir`aun yang membangun pasak-pasak atau piramida yang sampai saat ini kita masih bingung atau belum mengetahui bagaimana cara mereka membuat nya

Thagau itu arti nya melampaui batas. Dengan kemahiran nya mereka ( kaum-kaum di atas ) berbuat kerusakan. Maka Allah jatuh kan kepada mereka adzab yang luar biasa

Sesungguh nya tuhan mu selalu mengawasimu. Ini adalah tanda Allah tidak memberikan adzab di akhirat saja

Setelah itu Allah ingin menggambarkan jenis-jenis pemikiran manusia yang salah

  1. ketika ia di beri kemuliaan atau ni`mat maka ia berkata tuhan ku memuliakan ku

2. ketika hanya di beri sedikit harta maka ia bekata tuhan ku menghinakan nku

Padahal bukan begitu, Allah tidak pernah menjadikan harta sebagai tolak ukur kemuliaan hamba-hamba nya. Sehebat apapun kita itu adalah ujian Allah menciptakan kita untuk di uji dan ujian ini hasil nya akan terlihat nanti saat kita berada di akhirat, ini semua hanyalah titipan dari Allah, ujian itu bukan saat kita merasa fakir saja tapi juga saat kita meras senang

Kita harus menjadikan orientasi kehidupan ini untuk belajar, Allah ingin kita menggunakan harta tersebut agar lebih banyak beribadah kepada nya, tapi kadang kita lupa sehingga kita lalai karena terus bergelimang harta

Membantu orang itu ada di pola pikir bukan pada kondisi hidup, kalau kamu merasa mulia maka muliakanlah anak yatim dan orang-oranmg miskin, Kalau kamu gak bisa ngasih makan mereka minimal kamu ngajak orang lain.

Allah kemudian mengingatkan tentang warisan, orang-orang yang di benci oleh Allah SWT. Adalah orang-orang yang benar-benar mencintai harta nya dengan cinta yang sebenar-benar nya, Ingatlah bahwa harta itu tidajk selama nya pada akhir nya semua nya akan musnah .

Ingatlah ketika bumi di bentur-bentur kan, lalu Allah dan para malaikat berbaris, neraka di perlihatkan di hadapan manusia, maka saat itu manusia pun ingat, tapi tidak berguna lagi penyesalan nya itu, mereka berkata  “andai aku beramal sholeh di kehidupan ku yang sebelum nya”.

Seluruh penyesalan itu sudah tidak berguna, tidak pernah ada yang mengazab seperti azab nya Allah dan kedasyatan azab nya tidak ada bandingan nya.  Tidak ada ikatan seperti ikatan nya Allah saking pedih nya

Jika kita termasuk golongan orang-orang yang sholeh, kita akan di sambut dengan perkataan “wahai jiwa-jiwa yang tenang, yang hati nya tidak pernah di isi oleh kemurkaan, kesombongan dll. Kembalilah kepada tuhan mu, yang telah ridha kepasda mu dan ia pun ridha, masuklah ke dalam golongan hambaku, masuk lah ke dalam surga ku “

Dinia

Khodimul Dhuyuf

Hubungi Kami untuk respons lebih cepat jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar Pondok Pesantren Darurrohmah.