Narasumber:KH. Warso Winata Lc., M.A.
Syarat takbiratul ihram
- Memastikan keadaan berdiri pada shalat fardu (bagi yang mampu)
- Harus menggunakan bahasa arab
- Harus menggunakan lafadz jalalah “Allah” (karena Allah itu mempunyai banyak nama lain)
- Harus menggunakan lafadz “akbar”
- Harus tertib atau bersambung antara 2 lafadz itu
- Tidak boleh memanjangkan hamzah yang ada di awal lafadz Allah (Aaaaallah) itu salah , (Allaaaaaah) itu benar
- Tidak boleh memanjangkan ba pada lafadz akbar
- Tidak boleh mentasydidkan huruf ba pada lafadz akbar
- Tidak boleh menambahkan lafadz wawu sebelum Allah ( wallahu )
- Tidak boleh berhenti di antara 2 kalimat, panjang maupun pendek
- Seluruh huruf wajib di dengar oleh telinga
- Memasuki waktu shgalat
- Menghadap kiblat
- Tidak boleh merusak atau merubah salah satu huruf
- Makmum harus bertakbir setelah imam bertakbir
Syarat membaca surah Al-fatihah
- Tertib atau berurutan
- Bersambung atau tidak terputus
- Menjaga huruf nya secara makhroj
- Menjaga tasydid nya
- Tidak berhenti pada ayat yang tidak di perbolehkan untuk berhenti, lama atau sebentar dengan maksud memotong bacaan
- Membaca keseluruhan ayat termasuk basmalah
- Tidak boleh ada bacaan salah yang dapat merusk ma`na
- Berdiri saat shalat fardhu ( jika mampu)
- Bacaan itu di dengar oleh telinga nya sendiri
- Tidak menyelingi nya atau memotong nya dengan zikir yang lain
Agar shalat menjadi khusyu` yaitu saat lisan mengucapkan usahakan agar hati dan fikiran nya menerjemahkan
Ketika shalat berjama`ah Al-fatihah imam harus di dengar terlebih dahulu, lalu saat imam membaca surah yang lain kita baru membaca surah Al-fatihah, tidak apa-apa jika ma`mum tidak membaca surah lain setelah Alfatihah
Dirangkum Oleh : Dinia Putri Ahdiyani | Santri Kelas 9 SMPIT Darurrohmah




