SURAT AN-NAS
Narasumber:KH. Warso Winata, Lc., M.A.
Muqoddimah:
Masyarakat itu banayak yang asing terhadap isi Al-Qur`an, Rasulullah kalua berada di zaman ini pasti akan sangat sedih, Ini merupakan fenomena luar biasa umat muslim di akhir zaman, bahkan menurut sensus orang Indonesia yang totalnya berjumlah 200 juta jiwa hanya kurang dari 50% orang islam yang bisa membaca Al-Qur`an, bahkan yang mengerti terjemahnya kurang dari 20% dan yang benar-benar memahami isinya mungkin hanya 10% atau mungkin lebih sedikit.
Zaman sekarang negara yang mayoritas agamanya Adalah islam seakan-akan derajatnya lebih rendah dari negara-negara yang lain, kemunduran islam terjadi karena banyak umat muslim yang menjauh dari Al-Qur`an, kalua misalkan penduduk Indonesia 200 juta jiwa maka yang bisa membaca Al-Qur`an hanya 100 juta dan yang mengerti isinya hanya 10 juta.
Mayoritas orang-orang tersebut Adalah santri walaupun terkadang di ribuan pondok ada santri yang masih belum mengerti tentang Al-Qur`an, Banyak santri yang hafal kitab Alfiyah tapi jika disuruh menerangkan tentang isi Al-Qur`an bahkan surat pendek kadang-kadang mereka tidak bisa
Jika seperti itu lalu bagaimana Nasib Al-Qur`an ke depan nya, banyak orang-orang yang berkuliah di jurusan agama, tapi yang betul-betul memahami setiap Pelajaran nya itu Cuma sedikit, banyak orang yang kuliah hanya untuk mendapatkan title saja.
Banyak orang-orang yang mengira kalau menghafal Al-Qur`an akan mudah untuk di terima di dalam kampus dan mendapatkan beasiswa, sebenar nya arah dan tujuan nya itu berbeda, banyak mahasiswa yang tidak mampu belajar karena mereka Adalah penghafal Al-Qur`an yang tidak memiliki basic pengetahuan umum, juga karena niat menghafa Al-Qur`an nya sejak awal sudah salah, sangat hina orang yang mempunyai niat menghafal Al-Qur`an agar mudah untuk masuk ke dalam kampus
Banyak yang merasa penasaran bagaimana Nasib Al-Qur`an ke depan nya, opsi untuk menuntut ilmu agama yang terbaik Adalah Al-Azhar
Inti tafsir surah An-Nas
Kenapa harus ada kata “Qul”
- Karena Allah ingin menunjukkan pada kita bahwasanya Al-Qur`an bukan buatan Nabi Muhammad.
Saat itu Allah memerintahkan Nabi Muhammad, menggunakan kata “katakanlah” agar ada penekanan, menunjukkan bahwa Al-Qur`an itu bukanlah buatan Nabi Muhammad dan bahwa Al-Qur`an Adalah firman Allah
- “Qul” seperti dalam berbahasa yaitu penekanan tentang sebuah perintah, yang Allah sebutkan setelah nya, karena akan terdengar lebih tegas
“a`udzu bi robbin nas”, aku berlindung kepada tuhan nya manusia
“Rob, malik, ilah”, arti dari ketiga nya Adalah tuhan manusia, tetapi dari ketiga kata tersebut mempunyai makna nya masing-masing
Yang pertama “robbi” itu artinya tuhan asal katanya Adalah Robba-Yurobbi yang artinya memelihara, juga berasal dari kata Muwajjihu yang artinya mengarahkan , Arro`i yang artinya menjaga dan Al-khami yang artinya melindungi
Allah itu Adalah tuhan, bukan seperti yang kadang-kadang kita fikirkan, tapi ialah yang mengarahkan,memelihara dan menjagamu.
Di dalam Rahim itu ada bayi yang makan dan minum tapi tidak pernah membuang kotoran, itulah cara Allah untuk melindungi kita, kita saat di dalam Rahim di lindungi oleh tulang rusuk dan tulang belakang, setelah kita lahir Allah memberikan insting untuk menangis, memberi panca indra untuk merasakan, Allah lah yang membuat kita bisa berbicara,
Suara itu dari Allah, Allah itu bukan tuhan yang keji yang hanya menurunkan azab, tetapi Allah itu tuhan yang maha penyayang
“maliki”, itu arti nya Adalah raja, menentukan mana yang benar dan mana yang salah, Allah itu satu-satu nya dasar dari hukum benar dan salah, memberikan porsi atau bagian dan menguasai seluruh ciptaan nya
“Ilahi” artinya Adalah tuhan yang di sembah, mahluk itu ada yang bersifat baik dan buruk
Allah ingin menunjukkan kekuatan nya
“wa minsyarril waswasil khonnas”,dari kejahatan bisikan yang tersembunyi (yaitu bisikan setan dan hawa nafsu), mereka mengganggu ke dalam hati manusia, pelaku yang melakukan hal tersebut bisa dari golongan jin dan juga golongan manusia
Di dalam surah Al-Falaq Allah hanya menyebutkan 1 kata robb, tapi kata “syarri”, keburukan di dalam surah tersebut ada 4
Sedangkan di dalam surah An-Nas Allah menyebutkan 3 kata tuhan, tapi kata “syarri”, keburukan nya hanya ada 1, karena keburukan yang paling berat atau berbahaya Adalah keburukan yang ada di dalam hati kita, 4 musuh dari luar yang disebutkan dalam surat Al-Falaq dianggap ringan jika dibandingkan dengan satu keburukan dari dalam yang disebutkan dalam surat An-Nas
Karena keburukan dari dalam itu tiba-tiba muncul dan tidak diketahui waktu kemunculannya, perasaan-perasaan ingin melakukan suatu keburukan itu Cuma datang sesaat tapi bisa menyebabkan penyesalan yang sangat dalam
Allah mengetahui bahwa bisikan yang tersembunyi itu Adalah yang paling berbahaya, seluruh manusia itu dilahirkan dalam keadaan baik tapi jika terbiasa berbuat buruk maka kebaikannya akan menghilang atau tertutupi, jin dan setan itu tidak pernah menganggur mereka selalu bekerja siang dan malam untuk menggoda kita agar kita terjerumus ke dalam neraka Bersama mereka, kalua ada manusia yang berbuat buruk itu berarti ia Adalah setan
Kita ini disuruh berlindung kepada Allah, Caranya Adalah:
1.perbanyak berdzikir kepada Allah
2.terus pilah-pilah isi hati kita, bedakan antara benar dan salah, nafsu dan bukan, berasal dari setan atau dari iman
3.kita ini sebenarnya sedang berperang dengan jin dan setan, tapi seringkali kita tidak bersiaga dalam menghadapi mereka, kita harus selalu siaga dari segala pikiran buruk, jika ada fikiran buruk yang muncul maka ingatlah bahwa itu berasal dari setan
Dinia dan Kyanfa




