Kajian Kitab Ta`lim Al-muta`allim 4

  • Minggu, 22 Februari 2026
  • 26 views
Kajian Kitab Ta`lim Al-muta`allim 4

Narasumber:KH. Warso Winata Lc., M.A.

  • BAB TENTANG KESUNGGUHAN DAN CITA-CITA

Harus atau wajib bagi seorang pelajar atau penuntut ilmu untuk bersungguh-sungguh dan tekun juga terus-menerus dalam menuntut ilmu.

Ada sebuah isyarat dalam Al-Qur`an “dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan ku (Allah) maka kami akan memberikan nya jalan kami “

“man tholaba syai`an wajadda wajada “ barang siapa yang menginginkan sesuatu dan ia bersungguh-sungguh maka ia akan menemukan nya

“man qorokhal baba walajja walaja “ barang siapa yang mengetuk pintu dan terus maju tentu ia bisa masuk

“dan orang-orang yang berjihad (berjuang) untuk menuju kepada jalan ku maka kami akan berikan (tunjukkan) jalan nya dan sesungguh nya Allah bersama dengan orang-orang yang berbuat baik ( surah Al-`Ankabut ayat 69)

Ada 2 macam kesungguhan dengan hasil yang berbeda

1.ia bersungguh-sungguh sekarang sedangkan dalu ia tidak pernah bersungguh-sungguh

2.ada orang yang sejak dulu memang selalu bersungguh-sungguh

Maka jangan terkejut jika hasil keduanya berbeda, maka dari itu kita harus bersungguh-sungguh sejak sekarang dan tidak menunda-nunda nya. Karena air yang terus menetesi batu bisa membuat batu itu berlubang

Mau susah payah hidup kamu nanti?.  Silahkan bersantai-santai sekarang

#Do`a itu adalah kewajiban

“ad du`a mukhul `ibadah” do`a itu adalah penggerak atu sebuah inti dari ibadah

“wa ma kholaqtul jinna wal insa illa lya`budun” (adz-zariyat ayat 56). aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada ku

Usaha tanpa do`a itu bohong sedangkan do`a tanpa usaha itu adalah omong kosong

Cara kita untuk mentadabburi atau mengetahui ma`na dari sebuah ayat (bukan hanya ayat   Al-Qur`an tetapi juga ilmu atau kalimat yang berasal dari hadis dan kitab-kitab)

1.ketika kita melihat sebuah ayat maka ambillah konotasinya  

Ada sebuah kata nasihat yang mungkin sering kita dengar yaitu “an nadzafatu minal iman” kebersihan itu sebagian dari iman.   Sebenar nya kalimat ini berasal dari sabda Rasulullah yang berbunyi “ath thuhuru syathrul iman” kesucian adalah sebagian dari iman. Bahasa hadis yang seperti itu akan kurang berkesan bagi sebagian orang-orang awam karena itu ulama mengubah nya menjadi “kebersihan itu sebagian dari iman”

#Do`a itu adalah kebutuhan

Karena kita adalah manusia yang pada dasar nya tidak bisa melakukan apa-apa yang membuat kita bisa melakukan sesuatu adalah Allah SWT.

Khodimul Dhuyuf

Hubungi Kami untuk respons lebih cepat jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar Pondok Pesantren Darurrohmah.