Tausiyah Bulan Ramadhan 1

  • Jumat, 20 Februari 2026
  • 2 views
Tausiyah Bulan Ramadhan 1

Narasumber: Ustadz warso Winata Lc,.M.A

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan merupakan berkah bagi kaum muslimin,tanda bahwa umat Nabi Muhammad sangat di cintai oleh Allah SWT.

Umat ini adalah umat yang terbaik menurut Allah SWT. Walaupun rata-rata hanya berumur 60-70 tahun sedangkan umat dari nabi-nabi sebelum nya berumur ratusan atau ribuan tahun.

Sebab-sebab kita menjadi umat yang terbaik adalah:

1.karena kita di pimpin oleh kekasih Allah, nabi terbaik sepanjang zaman

2.kita di beri kemuliaan karena pada zaman para nabi sebelum nya tidak ada amalan yang di lipat gandakan, tapi di zaman sekarang ada banyak sekali,contohnya shalat munfarid atau sendirian di beri 1 pahala sedangkan shalat berjamaah mendapatkan 27 pahala

3.kita di beri bulan Ramadhan, karena kalau shalat biasa mendapatkan 1 pahala maka di bulan Ramadhan walau shalat sendirian akan mendapatkan 700 pahala sedangkan kalau berjamaah berarti 27 di kali 700, kalau bershadaqah di bulan Ramadhan 1000 akan di lipat gandakan menjadi 700.000

Akhlak berasal dari kata khalaqa yaitu pencipta. Allah setelah menyuruh kita untuk mempelajari ilmu Allah juga menyuruh kita untuk mempelajari atau membersamainya dengan akhlaq bahkan derajat akhlaq bisa menjadi lebih tinggi daripada ilmu

Bayangkan Allah memberikan kita bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan tapi kita menyia-nyiakan nya Allah pasti akan kecewa kepada kita

Pahala membaca Al-Qur`an di bulan Ramadhan adalah 7000 untuk 1 huruf

Bulan Ramadhan itu bisa menjadi rahmat yang penuh hikmah tapi juga bisa menjadi laknat, karena kalau pahala di lipatgandakan dosa juga di lipatgandakan pada bulan ini bahkan lipatan nya bisa menjadi lebih besar daripada lipatan pahala, karena Allah tidak menyebutkan nya bahkan para nabi juga tidak menyebutkan nya itu bisa menjadi lebih besar daripada yang kita bayangkan

Seperti dalam salah satu firman Allah “sesungguhnya puasa itu dari ku, untuk ku maka akulah yang akan memberikan pahala nya”.  Allah tidak menyebutkan jumlah pahala nya karena bisa jadi itu adalah jumlah yang sangat besar

Allah ingin memberikan cobaan kepada kita, rahmat bagi orang yang soleh dan laknat bagi orang yang toleh (nakal). Yaitu orang-orang yang hanya menjadikan hari-hari nya untuk menonton film atau bermain game, laknat Allah yang sebesar-besar nya bagi orang-orang yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan

Senyaman-nyaman nya rumah kalau ia adalah orang yang di pilih oleh Allah maka ia akan masuk ke pondok bagaimanapun cara nya, kehidupan di pondok pesantren merupakan anugrah dari Allah SWT. Karena itu kita harus menjaga nya

Jadikan bulan Ramadhan itu sebagai waktu untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin bukan untuk menumpuk dosa, jangan menggantikan rahmat dari Allah di pondok dengan laknat nya saat kita pulang ke rumah

Hilal dan Hisab

Rasulullah SAW. Bersabda “berpuasalah dengan melihat nya (hilal atau bulan ) dan berbukalah (hari raya ) dengan melihat nya dan jika masih belum terlihat maka sempurnakan lah (puasa itu menjadi 30 hari )

Kita bisa menentukan tanggal dengan 2 cara :

1.wujudul hilal: hilal nya sudah ada

2.imkanur ru`yah: bisa di lihat nya kapan

Kalau menurut pendapat muhammadiyah bulan Ram,adhan di tentukan jika bulan nya mencapai 0.5 derajat sedangkan menurut pendapat NU dan pemerintah bulan ramadhan di tentukan jika bulan sudah mencapai 3 derajat di zaman dulu karena tidak ada alat secanggih sekarang maka bulan Ramadhan di tentukan saat bulan sudah terlihat oleh mata sekitar 6 derajat, orang-orang turki masih menggunakan perhitungan tersebut (semuanya benar jadi tidak boleh saling menyalahkan )

HISAB :adalah perhitungan awal dan akhir bulan menggunakan metode perhitungan kelihatan atau nampak nya bulan, menentukan puasa 29 atau 30 hari itu juga dengan melihat bulan

HILAL: Bulan

Rukun puasa

1.niat

2.menahan diri dari makan dan minum dari terbit nya fajar hingga terbenam nya matahari

Niat puasa: nawaitu shouma ghodin `an adai fardhi syahri ramadhona hadzihi sanati lillahi ta`ala

Kadang kebanyakan orang salah membaca shouma sehingga menjadi sauma. Kadang di beberapa tempat juga ada yang membaca ramadhani atau ramadhanu. Kata ramadhan adalah isim ghairu munsharif (isim yang berbeda dengan isim yang lain ).  kata ramadhan itu majrur karena ada kata fardhu i`rab (bentuk nya) adalah mudhaf ilaih, karena itu harakat nya harus fathah karena dalam ilmu nahwu isim ghairu munsharif dengan posisi majrur itu harakat nya adalah fathah, kalau ia (ramadhan) itu majrur karena mudhaf maka ia akan menjadi ramadhani sedangkan kalau majrur karena ada nya huruf jar contoh nya huruf min maka harakat nya adalah fathah

Khodimul Dhuyuf

Hubungi Kami untuk respons lebih cepat jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar Pondok Pesantren Darurrohmah.